Aturan Label Pangan dan Klaim yang Sering Ditolak BPOM

Label pangan olahan wajib memuat sekurang-kurangnya nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, kode produksi, dan asal usul bahan tertentu. Ketidaksesuaian label adalah salah satu penyebab tersering pendaftaran izin edar harus diperbaiki berulang kali.
Informasi Wajib pada Label
- Nama produk yang menggambarkan sifat atau keadaan sebenarnya
- Daftar bahan yang diurutkan dari yang terbesar jumlahnya, termasuk bahan tambahan pangan
- Berat bersih atau isi bersih dengan satuan yang benar
- Nama dan alamat produsen, atau importir untuk produk impor
- Nomor izin edar
- Keterangan kedaluwarsa dengan format yang sesuai ketentuan
- Kode produksi untuk keperluan penelusuran
- Keterangan alergen bila mengandung bahan yang berpotensi menimbulkan alergi
Informasi Nilai Gizi
Sebagian besar pangan olahan wajib mencantumkan informasi nilai gizi dengan format dan urutan yang telah ditentukan. Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan takaran saji yang tidak wajar untuk membuat angka gizi terlihat lebih rendah, atau membulatkan angka dengan cara yang tidak sesuai ketentuan. Keduanya akan dikoreksi saat penilaian.
Klaim yang Sering Ditolak
| Jenis klaim | Masalahnya |
|---|---|
| Menyembuhkan atau mencegah penyakit | Melampaui sifat pangan, masuk ranah obat |
| Tanpa bahan pengawet padahal mengandung bahan berfungsi mengawetkan | Menyesatkan konsumen |
| Alami atau organik tanpa dasar | Memerlukan bukti dan sertifikasi pendukung |
| Klaim gizi yang tidak memenuhi ambang | Klaim rendah, tinggi, atau sumber punya kriteria angka tertentu |
| Perbandingan yang merendahkan produk lain | Tidak diperbolehkan dalam penandaan |
Hal Teknis yang Sering Luput
Ukuran huruf yang terlalu kecil sehingga informasi wajib tidak terbaca jelas, penempatan tanggal kedaluwarsa yang tercetak di bagian yang mudah terhapus, dan penggunaan bahasa asing tanpa disertai bahasa Indonesia adalah tiga masalah teknis yang berulang. Semuanya sederhana, tetapi cukup untuk membuat berkas dikembalikan.
Menyiapkan Label dengan Efisien
Susun rancangan label bersamaan dengan penyiapan dokumen pendaftaran, lalu mintakan pemeriksaan internal terhadap seluruh unsur wajib sebelum diajukan. Tunda pencetakan kemasan dalam jumlah besar sampai nomor izin edar terbit dan rancangan label disetujui. Kebiasaan ini menghemat biaya yang jauh lebih besar daripada biaya pendaftaran itu sendiri.
Butuh Bantuan Sertifikasi Halal & BPOM?
Tim Legalindo.id siap membantu proses Anda dari awal hingga selesai — sejak 2016, lebih dari 1000 klien.
Konsultasi via WhatsAppArtikel Terkait

Sanksi Memasarkan Produk Tanpa Izin Edar atau Sertifikat Halal
Risikonya bukan hanya denda. Ini konsekuensi hukum dan komersialnya.
Baca Selengkapnya →
Penyebab Paling Umum Pengajuan Izin di OSS Ditolak atau Tertahan
Sebagian besar penolakan bisa dicegah. Ini penyebab yang paling sering ditemui.
Baca Selengkapnya →
NIB untuk UMKM Perseorangan dan Badan Usaha: Mana yang Sebaiknya Dipilih
UMKM bisa ber-NIB tanpa mendirikan PT. Ini kelebihan dan batasannya.
Baca Selengkapnya →
Legalindo.id