Dipercaya 1000+ Pelaku Usaha Sejak 2016  ·  Konsultasi via WhatsApp, Respon Cepat!
Pajak & Akuntansi

Kalender Kewajiban Pelaporan Pajak Bulanan dan Tahunan

Kalender Kewajiban Pelaporan Pajak Bulanan dan Tahunan

Kewajiban pelaporan pajak perusahaan terbagi menjadi kewajiban bulanan berupa SPT Masa dan kewajiban tahunan berupa SPT Tahunan. Aturan umumnya, penyetoran dilakukan sebelum pelaporan, dan sebagian besar SPT Masa disampaikan paling lama pada tanggal 20 bulan berikutnya, sementara SPT Masa PPN disampaikan paling lama akhir bulan berikutnya.

Ringkasan Tenggat

JenisBatas setorBatas lapor
PPh 21 karyawanTanggal 10 bulan berikutnyaTanggal 20 bulan berikutnya
PPh 23 dan PPh 26Tanggal 10 bulan berikutnyaTanggal 20 bulan berikutnya
PPh Pasal 4 ayat 2Tanggal 10 bulan berikutnyaTanggal 20 bulan berikutnya
PPh 25 angsuranTanggal 15 bulan berikutnyaMengikuti ketentuan yang berlaku
PPNSebelum SPT disampaikanAkhir bulan berikutnya
SPT Tahunan BadanSebelum SPT disampaikan4 bulan setelah akhir tahun pajak
SPT Tahunan Orang PribadiSebelum SPT disampaikan3 bulan setelah akhir tahun pajak

Bila tanggal jatuh tempo bertepatan dengan hari libur, penyetoran dan pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Menyusun Ritme Bulanan

  1. Minggu pertama: tutup buku bulan sebelumnya dan hitung pajak yang terutang
  2. Sebelum tanggal 10: setor PPh potong pungut
  3. Sebelum tanggal 15: setor angsuran PPh 25
  4. Sebelum tanggal 20: sampaikan SPT Masa PPh
  5. Sebelum akhir bulan: rekonsiliasi faktur pajak dan sampaikan SPT Masa PPN

Yang Membuat Perusahaan Terlambat

Penyebab paling umum bukan ketidaktahuan tenggat, melainkan tutup buku yang selalu terlambat. Bila catatan bulan lalu baru selesai pada minggu ketiga, seluruh rangkaian penyetoran dan pelaporan ikut terdesak. Penyebab kedua adalah bukti potong dari lawan transaksi yang datang terlambat, sehingga rekonsiliasi tertunda. Keduanya bersifat operasional dan dapat diperbaiki dengan menetapkan tenggat internal yang lebih awal dari tenggat resmi.

Menjaga Akses Sistem

Hal sepele yang sering menimbulkan masalah besar adalah kredensial sistem perpajakan yang dipegang satu orang. Ketika orang tersebut berhalangan atau berhenti bekerja, perusahaan kehilangan akses menjelang tenggat. Simpan kredensial secara institusional dengan pengendalian yang memadai, dan pastikan ada lebih dari satu orang yang memahami prosedurnya.

Catatan: ketentuan perpajakan berubah dari waktu ke waktu, termasuk tata cara pada sistem administrasi perpajakan. Tenggat dalam artikel ini sebaiknya dikonfirmasi ke peraturan terbaru atau konsultan pajak.

Butuh Bantuan Tax Accounting?

Tim Legalindo.id siap membantu proses Anda dari awal hingga selesai — sejak 2016, lebih dari 1000 klien.

Konsultasi via WhatsApp

Lihat halaman layanan Tax Accounting →

Baca Juga

Artikel Terkait

Pembukuan Perusahaan: Laporan Minimum yang Harus Ada Tiap Bulan
Pajak & Akuntansi14 Agu 2026

Pembukuan Perusahaan: Laporan Minimum yang Harus Ada Tiap Bulan

Pembukuan bukan hanya untuk pajak. Ini laporan minimum yang perlu ada tiap bulan.

Baca Selengkapnya →
Penyebab Paling Umum Pengajuan Izin di OSS Ditolak atau Tertahan
Perizinan Berusaha28 Agu 2026

Penyebab Paling Umum Pengajuan Izin di OSS Ditolak atau Tertahan

Sebagian besar penolakan bisa dicegah. Ini penyebab yang paling sering ditemui.

Baca Selengkapnya →
NIB untuk UMKM Perseorangan dan Badan Usaha: Mana yang Sebaiknya Dipilih
Perizinan Berusaha26 Agu 2026

NIB untuk UMKM Perseorangan dan Badan Usaha: Mana yang Sebaiknya Dipilih

UMKM bisa ber-NIB tanpa mendirikan PT. Ini kelebihan dan batasannya.

Baca Selengkapnya →

Lihat semua artikel →

Penawaran hari ini

Harga spesial untuk chat dalam 10 menit ke depan

Harga spesial untuk chat dalam 10 menit ke depan10:00
Cek Harga Saya
Konsultasi Gratis Telepon