Empat Tingkat Risiko di OSS-RBA dan Konsekuensinya

Sejak sistem perizinan berbasis risiko diberlakukan, jenis izin yang dibutuhkan sebuah usaha tidak lagi ditentukan oleh nama izin lama, melainkan oleh tingkat risiko kegiatan usahanya. Ada empat tingkat: rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan tinggi. Semakin tinggi risikonya, semakin banyak verifikasi yang harus dilalui sebelum usaha boleh beroperasi.
Pembagian dan Perizinannya
| Tingkat risiko | Perizinan yang diterbitkan | Proses |
|---|---|---|
| Rendah | NIB saja | Terbit otomatis |
| Menengah rendah | NIB + Sertifikat Standar | Pernyataan mandiri pelaku usaha |
| Menengah tinggi | NIB + Sertifikat Standar terverifikasi | Diverifikasi K/L atau pemda |
| Tinggi | NIB + Izin | Permohonan, verifikasi, penerbitan izin |
Bagaimana Tingkat Risiko Ditentukan
Tingkat risiko dihitung dari dua hal: potensi bahaya kegiatan usaha terhadap kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya, serta peringkat kemungkinan terjadinya bahaya tersebut. Skala usaha ikut memengaruhi. Kegiatan yang sama bisa berbeda tingkat risikonya bila skalanya berbeda — restoran kecil dan pabrik pengolahan pangan berskala besar tidak diperlakukan sama meski sama-sama menyangkut makanan.
Konsekuensi Praktis untuk Perencanaan
Perbedaan tingkat risiko berdampak langsung pada rencana bisnis Anda. Kegiatan berisiko rendah bisa langsung berjalan begitu NIB terbit. Kegiatan berisiko tinggi memerlukan waktu tambahan untuk verifikasi lapangan dan biasanya menuntut dokumen teknis yang tidak sederhana: dokumen lingkungan, kesesuaian tata ruang, bangunan gedung yang sudah laik fungsi, sampai tenaga ahli bersertifikat. Menghitung jadwal peluncuran usaha tanpa memperhitungkan hal ini adalah sumber kekecewaan yang paling umum.
Sertifikat Standar Bukan Sekadar Centang
Pada tingkat menengah rendah, Sertifikat Standar terbit berdasarkan pernyataan mandiri. Banyak yang menganggap ini formalitas. Padahal pernyataan tersebut berisi kesanggupan memenuhi standar pelaksanaan kegiatan usaha, dan pengawasan tetap dilakukan setelah izin terbit. Bila di kemudian hari terbukti standar tidak dipenuhi, perizinan dapat dibekukan atau dicabut. Isi pernyataan sebaiknya benar-benar dibaca, bukan sekadar dicentang.
Prinsip Fiktif Positif
Salah satu perubahan yang membantu pelaku usaha adalah penerapan bertahap prinsip fiktif positif: bila pemerintah tidak memberikan keputusan dalam jangka waktu yang ditentukan, permohonan dianggap disetujui. Penerapannya tidak seragam di semua sektor, tetapi keberadaannya memberi kepastian yang selama ini tidak ada. Untuk memanfaatkannya, pastikan permohonan Anda benar-benar lengkap sejak awal — tenggat waktu hanya berjalan atas permohonan yang sudah dinyatakan lengkap.
Butuh Bantuan Perizinan Berusaha (OSS/NIB)?
Tim Legalindo.id siap membantu proses Anda dari awal hingga selesai — sejak 2016, lebih dari 1000 klien.
Konsultasi via WhatsAppArtikel Terkait

Penyebab Paling Umum Pengajuan Izin di OSS Ditolak atau Tertahan
Sebagian besar penolakan bisa dicegah. Ini penyebab yang paling sering ditemui.
Baca Selengkapnya →
Cara Mengurus NIB di OSS: Panduan Langkah demi Langkah
Dari pendaftaran akun sampai NIB terbit — urutan lengkapnya dan apa yang harus disiapkan.
Baca Selengkapnya →
Pilihan Penyelesaian Sengketa Bisnis di Indonesia
Pengadilan bukan satu-satunya jalan. Ini perbandingan empat jalur penyelesaian.
Baca Selengkapnya →
Legalindo.id