Menyusun Perjanjian Kerja Sama Usaha yang Aman bagi Kedua Pihak

Perjanjian kerja sama usaha mengatur bagaimana dua pihak atau lebih menjalankan usaha bersama tanpa selalu harus mendirikan badan usaha baru. Kegagalan kerja sama hampir selalu berpangkal pada hal-hal yang tidak disepakati di awal: siapa memutuskan apa, bagaimana keuntungan dan kerugian dibagi, dan bagaimana salah satu pihak dapat keluar.
Hal yang Harus Disepakati Sejak Awal
- Kontribusi masing-masing pihak — modal uang, aset, tenaga, jaringan, atau izin — dinilai dan dicatat dengan jelas
- Pembagian keuntungan dan kerugian beserta dasar perhitungan dan waktu pembagiannya
- Pengambilan keputusan: keputusan apa yang dapat diambil sendiri dan mana yang menuntut persetujuan bersama
- Pengelolaan keuangan: siapa memegang kas, bagaimana pelaporannya, dan siapa berhak memeriksa
- Pembagian peran operasional agar tidak ada pekerjaan yang tumpang tindih atau terbengkalai
- Jalan keluar: bagaimana satu pihak dapat mengakhiri kerja sama dan bagaimana nilai bagiannya dihitung
Klausul Jalan Keluar adalah yang Terpenting
Ironisnya, klausul yang paling menentukan justru paling sering dilewati karena terasa tidak menyenangkan dibahas saat semua pihak optimistis. Padahal saat hubungan memburuk, klausul inilah yang mencegah kelumpuhan usaha. Yang perlu diatur mencakup pemberitahuan sebelum keluar, hak pihak lain untuk membeli bagian yang keluar lebih dahulu, cara menilai bagian tersebut, dan apa yang terjadi pada kontrak serta karyawan yang berjalan.
Kerja Sama dengan Kontribusi Tidak Sebanding
Kerja sama antara pihak yang menyediakan modal dan pihak yang menjalankan usaha menuntut kejelasan tambahan. Pihak yang menjalankan usaha perlu memperoleh imbalan atas pekerjaannya, terpisah dari pembagian keuntungan atas kontribusi modalnya. Tanpa pemisahan ini, sering timbul perasaan tidak adil yang menggerogoti kerja sama dari dalam.
Bila Kerja Sama Menyangkut Izin atau Merek
- Tegaskan siapa pemilik izin dan apa yang terjadi bila kerja sama berakhir
- Tegaskan siapa pemilik merek dan apakah pihak lain memperoleh lisensi
- Atur kepemilikan data pelanggan dan larangan penggunaannya setelah kerja sama berakhir
- Atur penggunaan aset bersama dan pembagiannya saat pembubaran kerja sama
Kapan Sebaiknya Mendirikan Badan Usaha Bersama
Bila kerja sama berjangka panjang, melibatkan aset bernilai besar, atau memerlukan izin atas nama satu entitas, mendirikan badan usaha bersama umumnya lebih aman daripada sekadar perjanjian. Struktur saham memberikan kejelasan kepemilikan yang dapat dialihkan, dan tanggung jawab menjadi terbatas. Untuk kerja sama proyek jangka pendek, perjanjian yang rinci biasanya sudah memadai.
Butuh Bantuan Konsultan Hukum Bisnis?
Tim Legalindo.id siap membantu proses Anda dari awal hingga selesai — sejak 2016, lebih dari 1000 klien.
Konsultasi via WhatsAppArtikel Terkait

Pilihan Penyelesaian Sengketa Bisnis di Indonesia
Pengadilan bukan satu-satunya jalan. Ini perbandingan empat jalur penyelesaian.
Baca Selengkapnya →
Penyebab Paling Umum Pengajuan Izin di OSS Ditolak atau Tertahan
Sebagian besar penolakan bisa dicegah. Ini penyebab yang paling sering ditemui.
Baca Selengkapnya →
NIB untuk UMKM Perseorangan dan Badan Usaha: Mana yang Sebaiknya Dipilih
UMKM bisa ber-NIB tanpa mendirikan PT. Ini kelebihan dan batasannya.
Baca Selengkapnya →
Legalindo.id