Klausul Penting dalam Kontrak Bisnis yang Sering Terlewat

Sebagian besar sengketa bisnis bukan berasal dari itikad buruk, melainkan dari kontrak yang tidak menjawab pertanyaan yang belakangan muncul. Klausul yang paling sering menimbulkan masalah adalah lingkup pekerjaan yang kabur, mekanisme pembayaran yang tidak rinci, penanganan perubahan pekerjaan, pembatasan tanggung jawab, dan cara menyelesaikan perselisihan.
Klausul yang Wajib Ada
- Identitas dan kewenangan para pihak. Pastikan penanda tangan memang berwenang mewakili badan usaha menurut anggaran dasar.
- Lingkup pekerjaan atau objek perjanjian yang dirinci sampai tingkat yang tidak menyisakan tafsir ganda, sebaiknya dengan lampiran teknis.
- Harga, cara pembayaran, dan tenggatnya, termasuk siapa menanggung pajak dan biaya apa saja yang sudah termasuk.
- Jangka waktu dan jadwal beserta akibat keterlambatan bagi masing-masing pihak.
- Mekanisme perubahan pekerjaan — bagaimana permintaan tambahan disepakati dan dihargai.
- Serah terima dan kriteria penerimaan yang menentukan kapan kewajiban dianggap selesai.
- Pengakhiran perjanjian: dalam keadaan apa dapat diakhiri, dengan pemberitahuan berapa lama, dan bagaimana penyelesaiannya.
- Penyelesaian sengketa: musyawarah, lalu pengadilan mana atau lembaga arbitrase mana.
Klausul yang Sering Dilupakan
- Kerahasiaan informasi dan berapa lama kewajiban itu berlaku setelah kontrak berakhir
- Kepemilikan hasil kerja dan hak kekayaan intelektual yang timbul
- Pembatasan tanggung jawab dan pengecualian kerugian tidak langsung
- Keadaan kahar beserta definisi dan akibatnya
- Larangan atau syarat pengalihan perjanjian kepada pihak lain
- Perlindungan data pribadi bila perjanjian menyangkut pengolahan data
Bahasa Kontrak
Perjanjian yang melibatkan pihak Indonesia wajib dibuat dalam bahasa Indonesia, dan bila juga dibuat dalam bahasa asing, kedua versi sebaiknya ditandatangani bersamaan dengan klausul yang menegaskan versi mana yang berlaku bila terjadi perbedaan penafsiran. Mengabaikan hal ini pernah menjadi dasar persoalan keabsahan dalam beberapa perkara.
Membaca dengan Pertanyaan yang Tepat
Cara paling efektif meninjau kontrak adalah membayangkan hal-hal yang mungkin salah, lalu memeriksa apakah kontrak menjawabnya. Bagaimana bila pekerjaan terlambat karena pihak lain? Bagaimana bila lingkupnya bertambah di tengah jalan? Bagaimana bila salah satu pihak ingin berhenti? Kontrak yang menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan jelas jarang berakhir di pengadilan.
Butuh Bantuan Konsultan Hukum Bisnis?
Tim Legalindo.id siap membantu proses Anda dari awal hingga selesai — sejak 2016, lebih dari 1000 klien.
Konsultasi via WhatsAppArtikel Terkait

Pilihan Penyelesaian Sengketa Bisnis di Indonesia
Pengadilan bukan satu-satunya jalan. Ini perbandingan empat jalur penyelesaian.
Baca Selengkapnya →
Penyebab Paling Umum Pengajuan Izin di OSS Ditolak atau Tertahan
Sebagian besar penolakan bisa dicegah. Ini penyebab yang paling sering ditemui.
Baca Selengkapnya →
NIB untuk UMKM Perseorangan dan Badan Usaha: Mana yang Sebaiknya Dipilih
UMKM bisa ber-NIB tanpa mendirikan PT. Ini kelebihan dan batasannya.
Baca Selengkapnya →
Legalindo.id