ISPO dan RSPO: Apa Bedanya dan Mana yang Dibutuhkan Perusahaan Anda

ISPO adalah sistem sertifikasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia dan bersifat wajib bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, sedangkan RSPO adalah skema sertifikasi sukarela yang dikembangkan organisasi multipihak internasional dan banyak diminta pembeli di pasar ekspor. Keduanya dapat diterapkan bersamaan, dan banyak perusahaan besar memang memegang keduanya.
Perbandingan Pokok
| Aspek | ISPO | RSPO |
|---|---|---|
| Sifat | Wajib bagi pelaku usaha perkebunan | Sukarela |
| Penetap | Pemerintah Indonesia | Organisasi multipihak internasional |
| Fokus utama | Kepatuhan hukum nasional dan keberlanjutan | Standar keberlanjutan global dan ketertelusuran |
| Penerimaan pasar | Diakui di dalam negeri, terus didorong pengakuan internasional | Banyak diminta pembeli Eropa dan korporat global |
| Rantai pasok | Fokus pada unit usaha | Ada skema sertifikasi rantai pasok tersendiri |
Kesamaan yang Dapat Dimanfaatkan
Meski berbeda, keduanya menuntut hal yang serupa pada banyak titik: legalitas usaha dan lahan yang jelas, praktik budidaya yang baik, pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, dan hubungan dengan masyarakat sekitar. Perusahaan yang menyiapkan sistem dokumentasi dan pencatatan yang baik dapat memakainya untuk kedua skema, sehingga beban penerapan tidak berlipat ganda.
Perbedaan yang Perlu Diperhatikan
- RSPO memiliki ketentuan mengenai pembukaan lahan dan kawasan bernilai konservasi tinggi yang menuntut kajian tersendiri
- RSPO menekankan persetujuan bebas, didahulukan, dan diinformasikan dalam pengadaan lahan
- RSPO memiliki skema sertifikasi rantai pasok bagi pabrik, penyulingan, dan pengguna akhir
- ISPO menekankan kepatuhan pada peraturan nasional secara rinci, termasuk kewajiban kemitraan
Menentukan Kebutuhan Perusahaan
ISPO tidak dapat dipilih karena sifatnya wajib. Pertanyaannya adalah apakah perlu menambah RSPO. Jawabannya bergantung pada pasar: bila pembeli utama Anda adalah perusahaan yang berkomitmen pada rantai pasok bersertifikat, terutama untuk tujuan ekspor ke Eropa, RSPO praktis menjadi keharusan komersial. Bila pasar Anda domestik dan pembeli belum menuntutnya, sumber daya lebih baik difokuskan menuntaskan ISPO dengan baik lebih dulu.
Menyiapkan Keduanya Sekaligus
Bagi perusahaan yang memutuskan mengejar keduanya, menyusun satu sistem manajemen yang memenuhi kriteria kedua skema jauh lebih efisien daripada membangun dua sistem terpisah. Yang perlu dipisahkan hanyalah kajian dan dokumen khas masing-masing skema. Pendekatan ini juga mengurangi kebingungan di lapangan, karena petugas kebun bekerja dengan satu prosedur, bukan dua.
Butuh Bantuan Perizinan Perkebunan & Sawit?
Tim Legalindo.id siap membantu proses Anda dari awal hingga selesai — sejak 2016, lebih dari 1000 klien.
Konsultasi via WhatsAppArtikel Terkait

Penyebab Paling Umum Pengajuan Izin di OSS Ditolak atau Tertahan
Sebagian besar penolakan bisa dicegah. Ini penyebab yang paling sering ditemui.
Baca Selengkapnya →
NIB untuk UMKM Perseorangan dan Badan Usaha: Mana yang Sebaiknya Dipilih
UMKM bisa ber-NIB tanpa mendirikan PT. Ini kelebihan dan batasannya.
Baca Selengkapnya →
Pilihan Penyelesaian Sengketa Bisnis di Indonesia
Pengadilan bukan satu-satunya jalan. Ini perbandingan empat jalur penyelesaian.
Baca Selengkapnya →
Legalindo.id